Berita

Google Ancam Android Tak Lagi Gratis

Jakarta – Google tidak terima didenda USD 5,1 miliar atau di kisaran Rp USD 5,1 miliar atau di kisaran Rp 728,7 triliun karena dianggap menyalahgunakan posisi dominan sistem operasi Android. Kasus ini bisa saja berimbas luas, bahkan disebutkan Android mungkin nanti tak lagi gratis.

CEO Google Sundar Pichai memperingatkan bahwa jika Google dilarang melakukan bundling aplikasinya sendiri di Android, maka ekosistemnya bisa terganggu. Dan model bisnis OS Android di mana produsen diperbolehkan menggunakanya secara gratis bisa tidak berlaku lagi.

“Sejauh ini, model bisnis Android membuat kami tidak perlu meminta biaya dari pembuat ponsel untuk teknologi kami atau bergantung pada model distribusi yang dikontrol secara ketat,” sebut Sundar seperti dikutip detikINET dari blog resmi Google.

“Namun kami khawatir keputusan hari ini akan mengacaukannya dan mengirimkan pertanda buruk yang menguntungkan sistem proprietary dibandingkan platform terbuka,” tambah Sundar. 

Mungkin secara garis besar, jika produsen ponsel atau konsumen dibiarkan memilih sendiri browser selain Chrome dan menggunakan mesin cari yang lain di Android, penghasilan iklan Google akan menurun. Sehingga sebagai kompensasinya, penggunaan Android bisa saja nanti berbayar.

Diberitakan sebelumnya, denda besar dijatuhkan karena Google dianggap menyalagunakan posisi dominan sistem operasi Android. Peraturan Google melisensi Android yang mensyaratkan pembuat perangkat melakukan pre instal aplikasi Google seperti Chrome, YouTube, Gmail, Google Maps dan Play Store, melanggar hukum anti trust dan membuat produk kompetitor tak bisa bersaing dengan adil.

Deal semacam itu dengan produsen seperti Samsung, Huawei, HTC dan lainnya menurut Komisi Eropa adalah bukti Google menyalahgunakan posisi dominannya di industri smartphone. (fyk/fyk)


Sumber: detik.com

Author


Avatar